Kali ini saya ingin bercerita tentang perjalanan seorang penuntut ilmu disalah satu akademi kebidanan di Jakarta.
Jakarta, 30 Januari 2014
Tak terasa genap 6 bulan ia mengenyam pendidikan dengan berjuta cerita dan pengalaman yang telah didapatkannya, namun untuk menjalaninya tak semudah membalikan telapak tangan, banyak halangan yang dihadapi.
Pengalaman didapat dari Ospek, LKM (Latihan Kepemimpinan Mahasiswi) dan pendidikan didalam kelas serta hidup berasrama, namun dalam perjalanan tersebutlah ia mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran dan mampu meningkatkan kemandirian, kepedulian, kesosialisasian serta kepemimpinannya.
Mengeyam pendidikan di akademi kebidanan bukanlah pilihan ataupun kemauan yang telah ia rencanakan, melainkan keinginan dan permintaan dari orang tuanya. Karena rasa sayang dan bakti kepada orang tuanya, maka ia rela mengambil kebidanan demi mendapat rido orang tuanya. Semua terasa berat dan bertolak belakang dengan kemauannya.
Dan tak terasa hari ini, hari yang ia dan teman-temannya nanti tiba yaitu “Capping day”. Capping day merupakan hari dimana penuntut ilmu kesehatan mengucap janji dan telah dipercaya untuk mengaplikasikan ilmunya di masyarakat luas. Rasa senang dan takut menyelimuti hatinya.
Senang, karena ia mampu bertahan hingga saat ini dan membuktikan ketulusan cinta dan kasih sayangnya kepada orang tuanya dan melihat senyum indah pada wajah orang tuanya, walau awalnya tak pernah ia bayangkan bahwa dia akan mengenyam pendidikan di akademi kebidanan. Takut, karena beratnya amanat yang akan diembannya begitu besar dan pelafalan janjinya yang tak hanya sebuah janji yang terucap dan disaksikan oleh para hadirin, namun Allah S.W.T pun menyaksikannya dan harus dipertanggung jawabkan dikemudian hari (yaumul akhir).
Tak mampu ia terjemahkan bagaimana bahagianya ia hari itu dan setangkai bunga mawar sebagai simbol ucapan terimakasih dan maaf untuk kedua orang tuanya. Orang tua yang selalu mendukungnya secara materi, tenaga maupun spiritual.
”Menjalani hidup tak selalu sama dengan apa yang diharapkan dan tak selalu sejalan dengan apa yang sudah direncanakan, karena manusia pada umumnya hanya mampu berencana dan rencana tersebut terlaksana atau tidak hanya Allah yang dapat menentukannya."
By; fw

0 komentar:
Post a Comment