Air mata tak selalu menunjukan kesedihan, dan orang yang mengeluarkannya pun tak semestinya dipandang lemah. Karena air mata bukan mencerminkan seseorang itu lemah. Justru ia menunjukan kehebatan yang luar biasa dari dalam diri manusia.
Tanpa ku sadari air mata ini keluar dari tempat persembunyiannya, setelah membaca sebuah nasihat yang datang dari seorang kakak tercinta yang berada di ujung sana, ujung pulau Jawa disebelah barat.
Bukan karena lemah, bukan karena cengeng, tetapi karena terharu membacanya. Rasa bangga yang menyelimuti hati karena mempunyai seorang kakak yang perhatian, walau terkadang ia sering meyembunyikannya. Untaian kata-katanya membuat lisan tak berkata-kata, hanya hati yang mengucapkan rasa syukur kepada sang pencipta karena aku mempunyai seorang kakak seperti dirinya.
Inilah sebuah nasihat yang diberikan olehnya;
Teruntuk Adikku di Undip
De, hidup kita memang
untuk jauh!
Jauh dari orang tua dan
saudara. Namun kita tahu, semua yang terjadi adalah kehendaknya, tuntutan
yang mengawalinya.
Sore itu, kita
berempat bernostalgia, mengawali hari dimana kita kan berpisah, sampai pada
akhirnya, warna langitpun kian berubah menjadi senja yang sangat indah.
De, perlu kau tahu;
Perpisahan kita adalah
anugerah, kenapa saya bisa berkata seperti itu?
Karena perpisahan kita
diawali dengan senja yang indah, dimana hembusan angin, senyuman indah
keluarga, serta yang paling utama adalah do’a ikhlas dari kedua orangtua
kita yang senantiasa mengiringi langkah kita.
Perlu juga engkau
tahu, bahwa usia adalah pasir waktu yang terus-menerus bergulir sampai ia
bertemu akhir. Maka biarkan aku memberimu nasihat;
"jangan sampai
engkau terisap atau tersesat. Jemari dan lengan orangtuamu adalah peta yang
setiap saat bisa kau eja. Dada keduaorangtuamu yang cermin, adalah tempat kau
berkaca, agar kelak kau tak akan pernah sampai kepada alpa yang sama."
De, kakakmu yang fakir
ini tak bisa memberimu apa-apa selain doa demi doa. Maka berderaplah, mengepak
dan terbang dengan sayap-sayap barumu. Hingga kelak engkau mengerti, bahwa
hidup pantas kita nikmati.
Serang, 08-01-2014
Sungguh indah, untaian kata-kata yang diungkapkannya. Dan secara tidak langsung membawa diriku kembali berfikir akan tujuanku berada ditempat ini.
Terkadang kesesatan itu justru kita yang menghampirinya, tanpa kita sadari akibatnya kelak.
Terima kasih sang kakak tercintaku.
Aku janji, bahwa aku ingin belajar lebih baik lagi.


1 komentar:
Wah nasihat yang sangat bijak...=)
Post a Comment