Tuesday, January 28, 2014

Kampung Pena


20 Janurai 2014, setelah beberapa bulan aku meninggalkan sebuah tempat yang  menjadi ladang bagiku menimba ilmu selama tiga tahun disana. Aku kembali lagi kesana dengan melihat wajah yang berbeda, bukan hanya penghuni yang ada disana. Tetapi juga bangunan-bangunan yang  baru berdiri serta pemandangan yang semakin indah nampak di tempat tersebut. 

Tak terasa, waktu memang berjalan begitu cepat. Sudah hampir satu tahun setelah dinyatkan lulus dari  ladang pendidikan yang biasa disebut dengan “Kampung Pena” ini, aku kembali lagi pada ulang tahunnya yang ke-46 . Disana nampak pemandangan yang berbeda ketika aku masih disini, hanya saja aktifitas masih sama seperti biasa.

“Keteraturan memang sangat membosankan, tetapi dengan adanya keteraturan manusia akan menjadi lebih berfikir, berusaha, dan berdo, serta sebuah system yang sangat menyebalkan, namun dengannya manusia dilatih agar berusaha untuk lebih memahami akan sebuah kondisi yang seharusnya dilakukan dan tidak untuk dilakukan. Inilah yang harus dipahami agar manusia mampu mengikuti pola kehidupan, bukankan seorang bayi yang masih berada didalam kandungan ibunya juga mengikuti pola yang telah ditentukan sebelumnya?”

Ketika aku masih berada di Kampung Pena, tidak jarang aku merasa sangat bosan oleh aktifitas yang ada didalamnya. Tetapi hal itulah yang justru menjadi titik temu dengan sesuatu yang sulit untuk dapat dipelajari yang biasa disebut dengan kesabaran. Tak jarang teman-temanku yang kalah oleh hal tersebut, tetapi bagi mereka yang telah berhasil melewati garis finish merasa semuanya berjalan begitu indah dan sarat akan kenangan.

Kampung Pena oh Kampung Pena...

If You Like This Post, Share it With Your Friends

0 komentar: