Saturday, December 28, 2013

Bukan begitu, tapi begini

Terkadang kehendak atau keinginan kita tidak dipahami oleh orang lain, apa yang kita maksud justru berbalik arah dengan apa yang mereka maksud. Contohnya ketika kita lagi suka sama seseorang, terus kita cerita kepada sahabat kita, tapi malah sahabat kita justru enggak bisa memahami apa yang kita maksud. Karena memang kita merasakan sesuatu yang susah diungkapkan dengan kata-kata. Mengapa demikian? enggak semua pandangan sama, semua manusia yang hidup dimuka bumi ini, mereka mempunyai pandangan yang berbeda tentang beberapa hal. Contoh lain; didalam sebuah perusahaan, seorang karyawan tidak semua mempunyai presepsi yang sama dan mengerti dengan tujuan perusahaan yang telah direncanakan oleh seorang manajer sebelum melakukan proses manajemen yang lain (pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian). Oleh karena itu disitulah seorang manajer bertindak untuk menjalankan tugas agar apa yang dituju sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Bagaimana seorang manajer memahami atau mengerti apa yang diinginkan oleh seorang karyawan agar pekerjaan yang ditunjukan kepada karyawan tersebut berjalan sesuai perencanaan? Seorang manajer bekerja dengan dan melalui orang lain. Oleh karena itu, harus ada pendekatan antara seorang manajer dan karyawan. Ketika seorang manajer menginginkan apa yang ia sampaikan dapat dengan mudah diterima oleh karyawan, sebaiknya manajer harus memahami terlebih dahulu apa yang menjadi motivasi dalam dirinya. Motivasi dalam proses manajemen sangatlah banyak salah satu darinya adalah teori motivasi hirarki yang dikemukakkan oleh Maslow. Intinya kita terkadang egois dengan diri kita, kita hanya memperhatkan diri kita sendiri dan kita jarang memahami orang lain, kita justru menginginkan orang lain memahami dirikita.

If You Like This Post, Share it With Your Friends

0 komentar: