Tuesday, January 21, 2014

Ketika wabah "Selfie" melanda masyarakat dunia

Istilah "Selfie" sudah tidak asing lagi bagi mereka yang aktif di jejaring sosial. Karena setiap hitungan detik, menit, dan jam pasti menemukan orang yang melakukan selfie. "Selfie" sendiri memiliki arti yaitu perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan cara memotret dirinya sendiri baik melalui webcam atau smartphone yang kemudian di upload ke situs jejaring sosial.

Menurut sejarah pertama kali "selfie" dilakukan oleh seorang yang bernama Robert Cornelius pada tahun 1839, namun dahulu dikenal dengan istilah self-potrait, yaitu mengabadikan diri sendiri melalui alat elektronik berupa kamera.

Ketika perkembangan teknologi merasuki semua lini didalam kehidupan terutama alat komunikasi, "selfie" menjadi sangat popular saat ini. bukan hanya di Indonesia tetapi juga di Dunia.
Kata "selfi"e dimasukan dalam kamus Oxfords Dictionaries Online pada tanggal 28 agustus 2013, yang memiliki arti sebagai berikut:
  • selfie, n. (informal): a photograph that one has taken of oneself, typically one taken with a smartphone or webcam and uploaded to a social media website.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kata "selfie" dimasukan kedalam kamus Oxfords?
Karena berdasarkan riset yang dilakukan oleh Tim Oxfords Dictionaries kata itu penggunaannya meningkat sebesar 17.000 persen sejak tahun lalu.


Thursday, January 09, 2014

Tipe-tipe Mahasiswa, Kamu termasuk yang mana?

Mahasiswa juga ada tipe-tipenya loh, apakah kamu tahu? termasuk tipe apakah kamu?
Cocokin sendiri yah sama dibawah ini =)



 1. Mahasiswa Perfeksionis
Mahasiswa yg anti sama nilai B. sekali dpt B langsung guling2 ditanah dan galau 7 turunan.

2. Mahasiswa Studyholic
Duduk paling depan, sehari2 ngurung diri dalam kamar buat belajar. motto hidupnya “tiada hari tanpa belajar”

3. Mahasiswa Idiopatik
Ga jelas kehidupannya di kampus. kadang2 ada, kadang2 ga ada.

4. Mahasiswa Poli-Organisasi
Aktif diberbagai organisasi kampus. motto hidupnya “banyak organisasi, banyak rezeki”

5. Mahasiswa Pasrah
Dapat E? Ah tenang, kan ga cuman aku doang yang ga lulus.

6. Mahasiswa Pecinta
Kerjaan sehari2nya pacaran tak peduli tempat, waktu, dan lokasi.

7. Mahasiswa cadaLOVER
Saking terobsesinya sama cadaver, ampe kuliahnya hanya saat ada materi anatomi atau pratikum anatomi. (#kedokteranonly)

8. Mahasiswa SKS
Tipe paling banyak di tiap kampus. belajar sampai larut hanya ketika besoknya ujian.

10. Mahasiswa Paket Hemat
Datengnya pas praktikum, skill lab sama tutor doang

11. Mahasiswa Galau
Tiap malam ngetweet galau sambil dengerin lagu2 adele

12. Mahasiswa Setengah Dewa
Tiap hari kerjaannya maen game dan OL, tapi selalu berhasil kalo ujian.

13. Mahasiswa Gaul Stadium 4
Ke kampus pakai kaos oblong dan celana jeans

14. Mahasiswa Inhibitor
Sukanya nanya2 ke dosen sehingga menghambat mahasiswa yg lain utk pulang

15. Mahasiswa Kritis
Selalu nanya jadwal kuliah padahal modul dia punya, dan bertanya terus kapan dosen masuk. Kadang nanya yang udah dijelasin, tipe mahasiswa ini lucu dan agak garing. Kecuali nanyanya ke arah positif ya dan berbobot.

16. Mahasiswa OVJ
Tiada hari tanpa membuat tertawa teman2nya

17. Mahasiswa Petani
Datang paling pagi buat bookingin tempat duduk temen

18. Mahasiswa Insert Investigasi
Niat dateng ke kampus buat nyari gosip2 ter-hot seangkatan. Ada nih orang kayak gini? Haha

19. Mahasiswa Asian Lover
Tiap hari ngebahas korea. suka teriak2 ga jelas tiap ngeliat foto/video artis korea. Sepertinya mahasiswa tipe ini agak dramatis ya :p

20. Mahasiswa FreeAll
Datang ke kmpus bawa laptop untuk dapat ngenet gratis dan download film gratis pake sinyal wifi kampus. Wah ini gue banget brow, koneksi kampus lebih mengasyikkan daripada pelajaran kampus #TrueStory

21. Mahasiswa The Ripper
Pembunuh teman saat tutorial

22. Mahasiswa Dreamer
Kerjaannya tidur di kelas dari awal sampai habis

23. Mahasiswa KW 9
Beli buku yg bajakan semua.

24. Mahasiswa Ekstrovert
Suka gosipin kelakuan teman²nya & dosen

25. Mahasiswa Pa Bondan
Dateng ke kampus cuma nongkrong di kantin sambil ngeborong kuliner

26. Mahasiswa Introvert
Punya bahan untuk belajar buat ujian dari dosen hanya disimpan buat sendiri, ogah bagiin ke teman²

27. Mahasiswa Perpustakaan Berjalan
Kemana2 bawa buku yg tebel2

28. Mahasiswa Journal Lover
Bawa jurnal kemana2 tapi ga paham isinya apa

29. Mahasiswa Model
Hoby pakai height heel lebih 10 cm„,

30. Mahasiswa Pencabut Dompet
Sukanya nagih uang ke teman, apapun itu utangnya.

31. Mahasiswa Konter
Datang ke kampus menawarkan jasa pulsa elektrik

32. Mahasiswa Recorder
Hafal semua yang dikatakan dosen waktu kuliah. Wihhh cadas.

33. Mahasiswa program KB
IP 2 cukup

34. Mahasiswa Hemat Histrik
Suka ngecas Laptop, HP dll. dikampus

35. Mahasiswa SOGO
Ke kampus dandannya kaya mau liburan keluar negri

36. Mahasiswa Hemat Air
Suka numpang mandi dan BAB di wc kampus

37. Mahasiswa Buku Berjalan
Mahasiswa yang saking pinternya, ditanyain materi selalu bisa jawab

38. Mahasiswa Game Center
Mahasiswa yang datang ke kampus cuma buat maen game online bareng temen seangkatan. Ini fenomena kampus gw yang sering gw liat!

39. Mahasiswa Cool
Paling suka duduk dibawah AC ketika kuliah

40. Mahasiswa Las Vegas
Ke kampus cuma buat maen poker sama UNO di kantin.

41. Mahasiswa Olahragawan
Ke kampus selalu pake sepatu futsal

42. Mahasiswa Superman
Kemana-mana sobotta dan dorland d gendong d tas

43. Mahasiswa RU
Ada apa-apa dikit langsung updet pm, menuhin recent updates

44. Mahasiswa Bermodal Cinta
Datang ke kampus ga bawa apa2

45. Mahasiswa Joki 3 in 1
Suka nebeng temen ke kampus

46. Mahasiswa Seks Bebas
Suka nyucuk flashdisk berisi virus ke berbagai laptop

47. Mahasiswa Tutorial Oriented
Hanya belajar keras saat tutorial aja

48. Mahasiswa Kupu2
Kuliah-pulang kuliah-pulang #GwBanget -_-

49. Mahasiswa Salesman
Gaya berpakaiannya susah dibedakan antara mahasiswa dan salesman

50. Mahasiswa Gaib
Kehadirannya tidak jelas.

51. Mahasiswa Kura - kura
Kuliah rapat kuliah rapat

52. Mahasiswa Tilang
Titip absen langsung pulang

Sumber Artikel

Wednesday, January 08, 2014

Nasihat dari seorang kakak tercinta

Air mata tak selalu menunjukan kesedihan, dan orang yang mengeluarkannya pun tak semestinya dipandang lemah. Karena air mata bukan mencerminkan seseorang itu lemah.  Justru ia menunjukan kehebatan yang luar biasa dari dalam diri manusia.

Tanpa ku sadari air mata ini keluar dari tempat persembunyiannya, setelah membaca sebuah nasihat yang datang dari seorang kakak tercinta yang berada di ujung sana, ujung pulau Jawa disebelah barat.
Bukan karena lemah, bukan karena cengeng, tetapi karena terharu membacanya. Rasa bangga yang menyelimuti hati  karena mempunyai seorang kakak yang perhatian, walau terkadang ia sering meyembunyikannya. Untaian kata-katanya membuat lisan tak berkata-kata, hanya hati yang mengucapkan rasa syukur kepada sang pencipta karena aku mempunyai seorang kakak seperti dirinya.

Inilah sebuah nasihat yang diberikan olehnya;


Teruntuk Adikku di Undip

De, hidup kita memang untuk jauh!
Jauh dari orang tua dan  saudara. Namun kita tahu, semua yang terjadi adalah kehendaknya, tuntutan yang mengawalinya.

Sore itu, kita berempat bernostalgia, mengawali hari dimana kita kan berpisah, sampai pada akhirnya, warna langitpun kian berubah menjadi senja yang sangat indah.
De, perlu kau tahu;
Perpisahan kita adalah anugerah, kenapa saya bisa berkata seperti itu?
Karena perpisahan kita diawali dengan senja yang indah, dimana hembusan angin, senyuman indah keluarga, serta yang paling  utama adalah do’a ikhlas dari kedua orangtua kita yang senantiasa mengiringi langkah kita.

Perlu juga engkau tahu, bahwa usia adalah pasir waktu yang terus-menerus bergulir sampai ia bertemu akhir. Maka biarkan aku memberimu nasihat;

"jangan sampai engkau terisap atau tersesat. Jemari dan lengan orangtuamu adalah peta yang setiap saat bisa kau eja. Dada keduaorangtuamu yang cermin, adalah tempat kau berkaca, agar kelak kau tak akan pernah sampai kepada alpa yang sama."

De, kakakmu yang fakir ini tak bisa memberimu apa-apa selain doa demi doa. Maka berderaplah, mengepak dan terbang dengan sayap-sayap barumu. Hingga kelak engkau mengerti, bahwa hidup pantas kita nikmati.

Serang, 08-01-2014


Sungguh indah, untaian kata-kata yang diungkapkannya. Dan secara tidak langsung membawa diriku kembali berfikir akan tujuanku berada ditempat ini.
Terkadang kesesatan itu justru kita yang menghampirinya, tanpa kita sadari akibatnya kelak. 
Terima kasih sang kakak tercintaku.
Aku janji, bahwa aku ingin belajar lebih baik lagi.

Thursday, January 02, 2014

Miniatur di Al-Husna Tower


"Kecil, kecil, sungguh sangat kecil betapa kecil sesungguhnya kita dihadapannya" 

Pancaran sinar cahaya ratusan rumah serta gedung-gedung pencakar langit terlihat kecil dari ketinggian Al-Husna Tower, yaitu sebuah menara yang terdapat di Masjid Agung Jateng. Dari Al-Husna Tower ini lah kita bisa melihat salah satu kota yang terkenal yaitu kota Semarang secara menyeluruh seperti rangkaian miniatur yang begitu kecil.

Akhir tahun 2013, memang saya dan kawan-kawan seperjuangan, sengaja mendatangi masjid tersebut karena memang disatu sisi saya belum pernah ke Masjid Agung Jateng karena tahun ini adalah tahun pertama saya tinggal di Semarang, untuk menempuh pendidikan disalah satu perguruan tinggi negeri. Disisi lain saya ingin mengingat kembali yeng selama ini mungkin telah saya lupakan yaitu dialah sang maha besar dalam kata lain melakukan muhasabah diri agar senantiasa berada di jalan yang dirahmati. Masjid Agung Jateng bukan saja menjadi tempat ibadah tetapi juga menjadi tempat wisata islmi karena mungkin disebabkan oleh keindahan desain arsitekturnya yang khas. Di Masjid Agung Jateng terdapat salah satu tempat favorit yang banyak dikunjungi yaitu Al-Husna Tower. Di awal postingan ini saya telah sedikit membahas tentang Al-Husna tower yang tak lain adalah sebuah menara. Sebuah menara yang menyadarkan saya betapa kecil dan lemahnya seorang anak manusia, tetapi seringkali kita sebagai manusia merasa berada diposisi paling besar dan melupakan zat yang maha besar. Tak selayaknya kita sebagai anak manusia yang kecil dan lemah merasa besar dan sombong, karena kita hanyalah sebuah ciptaan yang tak lebih hebat dari sang penciptanya.

Awal tahun 2014, Semoga kita bisa membenahi hidup kita khususnya diri saya pribadi yang masih perlu belajar, belajar menjadi orang yang baik, belajar menjadi pemuda yang menjaga sholatnya, belajar menjadi pemuda yang menjaga pandangannya, serta menjaga hal-hal lain yang memang harus kita jaga.

Saturday, December 28, 2013

Kisah tentang kedermawanan

Seorang pria dari kamu Quraisy bercerita, "Suatu saat, Muhammad bin al-Munkadir dari banit Taim bin Murah pergi untuk berhaji. Dia seorang yang sangat dermawan. Sebelum berangakat, dia memberikan sedekah kepada orang-orang hingga semua barang miliknya habis, hanya dengan berbekal baju yang dikenakannya, dia berangkat haji bersama kawan-kawannya.

Dalam perjalanan, mereka singgah di sebuah telaga. kemudian, datanglah wakil dari rommbongan tersebut dan berkata, 'kita tidak mempunyai apa-apa, uang satu dirham pun kita tidak punya'.
Mengetahu hal itu, Muhammad kemudian meneriakan bacaan talbiyah dan diikuti oleh semua kawannya . Bacaan ini ternyata juga diikuti oleh beberapa orang yang sama-sama singgah ditelaga itu, diantaranya Muhammad bin Hisyam. Setelah mendengar suara talbiyah menggema, Muhammad bin hisyam berkata, 'Demi Allah aku yakin si sekitar telaga ini ada Muhammad bi al-Munkadir. Cobalah kalian lihat'.

Ternyata memang benar, Muhammas bi al-munkadir adadisitu. Kemudian Muhammad bin Hisyam berkata, 'Sepertinya dia tidak mempunyai uang. bawalah uang sebanyak 4000 dirham ini kepadanya'.

Bukan begitu, tapi begini

Terkadang kehendak atau keinginan kita tidak dipahami oleh orang lain, apa yang kita maksud justru berbalik arah dengan apa yang mereka maksud. Contohnya ketika kita lagi suka sama seseorang, terus kita cerita kepada sahabat kita, tapi malah sahabat kita justru enggak bisa memahami apa yang kita maksud. Karena memang kita merasakan sesuatu yang susah diungkapkan dengan kata-kata. Mengapa demikian? enggak semua pandangan sama, semua manusia yang hidup dimuka bumi ini, mereka mempunyai pandangan yang berbeda tentang beberapa hal. Contoh lain; didalam sebuah perusahaan, seorang karyawan tidak semua mempunyai presepsi yang sama dan mengerti dengan tujuan perusahaan yang telah direncanakan oleh seorang manajer sebelum melakukan proses manajemen yang lain (pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian). Oleh karena itu disitulah seorang manajer bertindak untuk menjalankan tugas agar apa yang dituju sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Bagaimana seorang manajer memahami atau mengerti apa yang diinginkan oleh seorang karyawan agar pekerjaan yang ditunjukan kepada karyawan tersebut berjalan sesuai perencanaan? Seorang manajer bekerja dengan dan melalui orang lain. Oleh karena itu, harus ada pendekatan antara seorang manajer dan karyawan. Ketika seorang manajer menginginkan apa yang ia sampaikan dapat dengan mudah diterima oleh karyawan, sebaiknya manajer harus memahami terlebih dahulu apa yang menjadi motivasi dalam dirinya. Motivasi dalam proses manajemen sangatlah banyak salah satu darinya adalah teori motivasi hirarki yang dikemukakkan oleh Maslow. Intinya kita terkadang egois dengan diri kita, kita hanya memperhatkan diri kita sendiri dan kita jarang memahami orang lain, kita justru menginginkan orang lain memahami dirikita.

Batal S2 di UI, Alhamdulillah Master ke Turki

Aku sangat yakin Allah sedang menyiapkan masa depan ku, namun bukan untuk kuraih, melainkan untuk kubentuk dengan usaha ku, dan aku percaya apapun yang Allah inginkan untuk terjadi, maka terjadilah. Karenanya aku berimajinasi dengan bahasa tentang cerita hidupku, bahwa Allah memberi pilihan dalam fantasi, dan aku diizinkan untuk menciptakan masa depan dengan usahaku. Sampai akhirnya kutemukan fantasiku nyata, lahir dari sebuah imajinasi dan kekuatan bahasa. Dan inilah lintas kisahku…. dari Jakarta menuju Famagusta.

Hidup Adalah Seni Memilih
Utara atau selatan, kiri atau kanan, depan atau belakang, maju atau mundur. Terserah, Pilih!!!! kata Belati dalam puisinya.
Kutandai tiga maskot penting dalam hidupku –paling tidak sampai dengan saat ini- kusimpan dan kukenang sebagai tanda dalam perjalanan pencarian ilmu seorang anak bangsa: kaos Mapaba Universitas Nasional, Kartu Ujian S2 Universitas Indonesia, dan Kunci Kantor Riset Asisten Eastern Mediterranea University/EMU, Turki. Mungkin kelak ijazah studi PhD yang distempel Universitas Glasgow sebagai maskot keempat diteruskan gelar Professor dari MIT sebagai yang kelima, dan akan ada yang keenam, ketujuh dan seterusnya. Lintasannya mungkin akan menjadi begitu panjang namun ujungnya adalah sebuah susunan kata dalam bahasa “surat perintah legal” untuk melayani rakyat yang dikeluarkan oleh negara, Amiin.
Sejak usia lima tahun, pertama kali aku mengenal bahwa belajar itu menyenangkan,aku selalu memimpikan untuk sekolah keluar negeri sekalipun aku tahu keluargaku tidak cukup kaya untuk mendanainya, bahkan orangtuaku memaksakan menempuh satu tahun Sekolah Taman Kanak-Kanak demi menekan biaya, padahal saat aku tidak diizinkan untuk lulus mengingat umurku baru 4 tahun ketika memasuki Sekolah Dasar.Namun dalam perjalanan hidupku aku selalu percaya “banyak jalan menuju Roma” dan filsafat menuntut ilmuku “sampai ke negeri Cina.” Karenanya dalam pengajian Iqro di Madrasah ku dulu, aku selalu menunggu saat-saat dimana pak Ustad  mengingatkan tentang pentingnya menuntut Imu dengan mengutip sang Nabi tersebut.
Ibundaku tercinta kadang melisting hal-hal aneh apa saja yang kulakukan dan menjadi rutinitasku, mulai dari gaya tidur tengkurep, gaya tidur berbantalkan buku, berbahasaInggris di kamar mandi, sampai berbicara didepan kaca. Tidak berbeda dengan ibu-ibu lain beliau dulu beranggapan kelak aku mungkin akan menjadi seorang selebritis, padahal cita-citaku semasa kecil dulu adalah menjadi astronot. Beberapa kali aku mengganti cita-citaku setiap kali ditanya guru yang berbeda semasa pendidikanku di tingkat sekolah dasar, mulai dari menggantinya menjadi wartawan, sutradara film, kartunis, atlet lari international, sampai terakhir aku sangat ingin menjadi Presiden.Pada akhirnya seorang yang kami percaya petuah-petuahnya berkata “Ia akan keluar negeri mencari ilmu, apapun yang menjadi cita-citanya.” Alhamdulillah sampailah aku kepada cita-citaku, keluar negeri menuntut ilmu.

Ujian S2 Universitas Indonesia Ku
Satu pagi yang sibuk dan tergopoh-gopoh. Tidak boleh lebih dari pukul enam pagi aku harus mencapai bus pertama di halte Metropolitan Mall Bekasi menuju terminal Kampung Rambutan untuk sebuah perjalanan dua jam yang akan mengantarkanku pada salah satu pintu masa depan, itulah yang kufikirkan saat itu. Ujian masuk program Pasca Sarjana Universitas Indonesia akan dimulai tepat pukul sembilan pagi dikampus UI Depok. Dua hari sebelumnya aku sudah mensurvei ruang ujian, mengambil kartu serta menyiapkan peralatan-peralatan tempur yang akan membawaku menjadi pemenang ‘perang fikiran’ itu.
Akhirnya semua kulalui dengan mudah, alhamdulillah bisikku dalam hati sambil membalas pesan-pesan pemberi semangat yang dikirim sahabat-sahabatku. Munandar salah satunya, si pria jangkung yang selalu menjadi tendem sejatiku dalam dunia aktivis, sosok pemimpin ambisius yang tenang dan penuh perhatian. Kami mencintai organisasi, mungkin melebihi kecintaan kami pada diri sendiri. Baginya organisasi adalah nafas dan bagiku organisasi adalah nadi. Kalau saja dapat dibelah dua tempurung masing-masing kepala kami kuyakin akan ditemukan bentuk otak yang nyaris sama, segumpal daging merah bertekstur bagan vertikal-horizontal yang dipenuhi cabang-cabang beranak-pinak, yaitu sebuah struktur organisasi.
Kurang lebih satu minggu, pengumuman penerimaan mahasiswa baru program Master UI pun dipublikasikan, Trims ya Allah namaku tercantum didalamnya. Kesampaikan pada bos sekaligus kakak yang membanggakanku di kantor riset PSIK-Indonesia Kak Hakim, tentang keberlanjutan rencana studi masterku. Setelah mengucapkan selamat, pesannya satu “kamu harus menyesuaikan jadwal kuliahmu dengan jadwal kantor.” Ini akan menjadi hal yang sangat sulit karena studi yang kupilih tidak memberikan ruang cukup untuk kuliah sambil bekerja.
Hidup adalah soal memilih, dulu, hari ini atau nanti. Jika terlalu lama berfikir, maka akan terlambat. Jika terlalu cepat keputusan dibuat, bukan tidak mungkin penyesalan menyusul kelak. Karenanya yang harus dilakukan adalah membuat pertimbangan matang untuk sebuah pilihan yang tepat. Kulupakan opsi untuk bekerja, walaupun sesungguhnya aku cemas untuk kehilangan kesempatan merintis karir sebagai Peneliti, hingga hanya ada dua pilihan saat itu: S2 di Indonesia atau Bekerja di Turki.Melalui internet, aku menemukan keluarga yang membutuhkan kemampuan ku untuk mengajar bahasa Inggris anak mereka. Keajaiban itu pun akhirnya datang setelah kuhasilkan keputusan dari istikharah ku dengan beberapa pertimbangan dari orangtua.Kala itu keluarga Turki ku bertanya tentang tujuanku bekerja, dan kujawab “aku ingin belajar bahasa Turki yang nantinya berguna untuk mengajukan permohonan beasiswa Master disana. Professor Serim pun menjawab emailku dengan surat panggilan wawancara untuk pendidikan Master di jurusan Ilmu Komunikasi, Eastern Mediterranean University, Siprus Utara (yang adalah bagian dari Turki).
Itulah hasil dari memahami seni memilih dalam hidup, ketika Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk menentukan, disaat itulah pilihan itu muncul dengan menyerahkan keputusan  kepada Nya. Satu pilihan memberikan puluhan kemungkinan, mungkin belajar bahasa Turki, mungkin menjadi Akademisi, dan mungkin meneruskan studi PhD dan mungkin-mungkin yang lain. Karena hidup adalah seni memilih, manusia yang cerdas tahu bagaimana menentukan pilihannya, sepanjang mereka percaya seburuk-buruknya opsi tidak ada yang lebih buruk daripada tidak menentukan pilihan.

Injakan Kaki Pertama di Luar Negeri
Pesawatku akhirnya mendarat di Istanbul-Turki, setelah dua jam di Changi-Singapur dan lima jam di Doha-Qatar, masa-masa transit yang membelangakan kedua mataku tentang betapa luasnya dunia. Menarik nafas sangat panjang, aku bersyukur segala sesuatunya berlalu lancar, setiap bagian tubuhku utuh dan segala propertiku sampai ke locket transfer baggage terkait jadwal terbangku selanjutnya menuju Ercan. Untuk pertama kalinya menginjakan kakiku di tanah Turki, sebuah sejarah besar tentang kejayaan Ottoman sang penakhluk Eropa. Turki yang mempersona, sebuah catatansejarah tentang penakhlukan Islam terbesar didunia, aku yakin salah satu alasan Uni Eropa sulit menerima keanggotaan Turki adalah karena mereka pernah bertekuklutut dikaki kaum Turks. Kaum Turks boleh berbangga dengan sejarah mereka, kelak aku berharap sejarah hidupku pun membanggakan bangsaku, dan tiada yang lebih pantas disyukuri selain mempercayai keberadaan Nya yang selalu bersamaku.
Ketika meninggalkan bandara Soekarno Hatta, yang terbesit dibenakku adalah “aku pasti kembali” dan ketika menginjakkan kakiku di Istanbul yang terbesit dibenakku adalah “Sambut aku datang.” Ada tiga loket kala itu, satu loket menuju Eropa, satu loket masuk Turki, dan loket terakhir satu loket kembali pulang. Kembali aku dihadapkan dengan persoalan memilih, namun tentu saja kali ini lebih mudah hanya perlu melangkah maju sesuai dengan alur yang sudah terbentuk.  Sesudahnya akan ada loket-loket yang lainnya, kembali aku dihadapkan dengan pilihan dan sekali lagi karena hidup adalah seni memilih, manusia yang cerdas tahu bagaimana menentukan pilihan. Loket tersebut pun akhirnya membawa aku pada keluarga baru, keluarga Serim, dan sebagaimana misi ku mempelajari bahasa, aku pun memperoleh guru bahasa terbaik ku, Yigitcan Serim.


Sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/12/21/batal-s2-di-ui-alhamdulillah-master-ke-turki-620334.html

Friday, December 27, 2013

Ragu - ragu tentang Jaminan Rezeki dari Allah swt

Hallo semua, gue punya cerita, gue ambil dari buku yang udah pernah gue baca, semoga bermanfaat!
Dikisahkan bahwa dahulu di Baghdad, terdapat seorang lelaki yang mencuri kain kaffan. Dia menggali setiap kubur orang yang baru meninggal dunia dan mengambil kain kaffannya itu. Pada satu malam, saat dia sedang menggali kubur, tiba - tiba ia melihat api yang berkobar -kobar keluar dari lubang kubur. badannya menggigil kemudian ia pun pingsan.

Setelah sadar, lelaki itu lari sekencang - kencangnya sambil menangis terisak-isak, hingga akhirnya berjumpa dengan Syekh Junaid al-Bustani. Lelaki itu ingin sekali bertaubat. Dia kemudian menceritakan tentang peristiwa yang telah ditemuinya. Dia juga bercerita bahwa selama ini, dia telah menggali 78 kubur. Anehnya, dari 78 mayat yang ada didalam kubur itu, hanya 2 kubur saja yang mayatnya masih menghadap kiblat. Sementara itu, dikubur-kubur yang lain, semua mayat itu telah berpaling membelakangi kiblat.

Mendengar penuturan lelaki itu, Syeikh Junaid lantas menerangkan bahwa mayat-mayat yang berpaling membelakangi kiblat itu adalah orang-orang yang semasa hidupnya ragu-ragu tenatng jaminan rezeki yang diberikan Allah swt.